Isu pencalonan Mahfud MD dalam
2014 mulai ramai diperbincangkan. Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin
pun menilai Mahfud layak menjadi capres atau cawapres 2014 mendatang."Ketua
Mahkamah Konstisusi (MK) itu sebagai lembaga negara yang penting dan
bergengsi. Siapa saja yang sudah sampai pada tingkat itu kan qualified
lah untuk jadi capres atau cawapres," kata Din usai jumpa pers di kantor
, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2011).Menurutnya, Mahfud mempunyai hak untuk dipilih atau memilih. Terutama
berada dalam posisi dan kapasitas tertentu yang mempunyai hak dan
layak untuk dicalonkan sehingga wajar bila ada pihak yang mengusung
ketua MK itu.Namun Din membantah pertemuannya dengan Mahfud
sebagai langkah awal Muhammadiyah mendukung pencalonan tersebut. Din
mengatakan mereka tidak membahas soal politik negara melainkan politik
dakwah."Kita tidak bicara itu, Muhammadiyah dalam hal seperti
itu (politik negara) tidak terlibat karena bukan parpol dan tidak
menjalankan politik praktis kekuasaan. Tapi kalau politik kebangsaan
dan politik dakwah memang bagian dari Muhammadiyah. Apa yang kami
bicarakan itu bagian dari politik dakwah, politik kebangsaan, dan
politik kenegaraan untuk mendorong perbaikan kehidupan bangsa,"
terangnya.Tapi parpol sering mengincar lembaga dakwah yang memiliki suara banyak?"Ya itu parpol, Muhamadiyah kan bukan parpol. Kita merasa di atas parpol, jadi tidak bicara seperti itu," ujarnya.Sementara
itu, menanggapi pernyataan Wasekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan
Pohan yang mengatakan ada pihak yang ingin menggerogoti PD, Din hanya
berpesan bijak. "Parpol tidak akan terbebas dari penggerogotan
lawan-lawan politiknya. Itu adalah bagian dari praktik politik yang
walau pun tidak sehat. Oleh karena itu sama-sama sadarlah. Jangan saling
menggerogoti kalau tidak mau digerogoti," imbuh Din. (Sumber: )Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat menyatakan belum memutuskan untuk maju sebagai kandidat pada Pemilihan Presiden 2014. Aburizal Bakrie Belum Memutuskan Maju Pilpres 2014
Partai GolkarAburizal Bakrie
“Saya
maupun Partai Golkar belum memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai
kandidat, meskipun sudah banyak suara yang menyatakan dukungan ke arah
sana,” katanya di Bandarlampung, Jumat [13/05].
Menurut pria
yang biasa disapa Ical itu, keputusan untuk menentukan nama kandidat
yang akan diusung Partai Golkar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014
baru akan keluar pada akhir 2012. Ia juga menegaskan belum tentu
dirinya yang akan maju dan dipilih Partai Golkar sebagai kandidat,
karena semuanya akan melalui prosedur yang telah ditentukan.
“Hingga
saat ini belum terpikirkan siapa yang akan diusung, namun pasti
putera-puteri terbaik yang akan menjadi kandidat pilihan Partai
Golkar,” katanya. Aburizal Bakrie menyatakan hal itu saat menjawab
pertanyaan salah satu mahasiswi Universitas Lampung saat memberikan
kuliah umum tentang kewirausahaan di kampus setempat.
Mahasiswi dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
ini menanyakan kepada Ical tentang upaya penegakan harkat dan martabat
guru apabila mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2014.
Pertanyaan
tersebut menjadi satu-satunya pertanyaan yang bersifat “politis” dalam
kuliah umum mengenai kewirausahaan di kampus itu. Kuliah umum selama
satu setengah jam itu bertema “Menanamkan semangat dan jiwa
kewirausahaan untuk membangun Indonesia yang mandiri”.
Dalam
kesempatan tersebut Ical menekankan tentang pentingnya semangat
kewirausahaan yang dimiliki setiap mahasiswa di Indonesia. “Saat ini
adalah era persaingan ‘person per person’, artinya setiap pribadi, saat
ini dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dengan cakupan
luas, selain memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” katanya.
Kuliah umum yang dimoderatori Pembantu Rektor III Universitas Lampung
Prof Sunarto itu juga diikuti Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I
Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabrani, serta sejumlah pengurus
teras DPP Partai Golkar. (Sumber: Berita Sore)
Calon Presiden PKS Tampil di Pilpres 2014
Tifatul Sembiring menginginkan pada Pemilihan Presiden 2014 terdapat kader Partai Keadilan Sejahtera yang maju menjadi calon presiden.
"Ombak berguling airnya menderu di Pantai Anyer. Selamat datang di gedung baru, Pemilu Presiden mendatang, PKS nyalon presiden,” kata Presiden PKS itu ketika meresmikan kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin 3 Agustus 2009.
Itulah sebabnya, Tifatul berharap semua kader dan simpatisan mendukung perkembangan partai.
Dengan demikian, pada Pemilihan Presiden 2014, partai ini betul-betul dalam kondisi prima untuk memenangi putaran pemilihan.
Tapi dalam pidato peresmian kantor baru hari ini, Tifatul belum menyinggung siapa tokoh yang tengah disiapkan PKS untuk maju ke Pemilihan Presiden itu.
Tetapi, dia menjelaskan bahwa sesungguhnya banyak kader partai yang memiliki sumber daya manusia yang mantap.
PKS merupakan partai berbasis Islam yang sekarang merambah masuk ke basis nasionalis untuk menambah dukungan.
Partai ini mengalami perkembangan pesat di dua Pemilu. Pada Pemilu 2009, partai ini berhasil mempertahankan posisi sebagai partai bergengsi.
Di Pemilihan Presiden 2009, mereka bermitra dengan Partai Demokrat untuk mengusung calon presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono.
Koalisi yang didukung sejumlah partai lainnya itu berhasil menjadi kan SBY-Boediono keluar sebagai pemenang. (Sumber: Vivanews)
Calon Presiden PKS Tampil di Pilpres 2014
Tifatul Sembiring menginginkan pada Pemilihan Presiden 2014 terdapat kader Partai Keadilan Sejahtera yang maju menjadi calon presiden.
"Ombak berguling airnya menderu di Pantai Anyer. Selamat datang di gedung baru, Pemilu Presiden mendatang, PKS nyalon presiden,” kata Presiden PKS itu ketika meresmikan kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin 3 Agustus 2009.
Itulah sebabnya, Tifatul berharap semua kader dan simpatisan mendukung perkembangan partai.
Dengan demikian, pada Pemilihan Presiden 2014, partai ini betul-betul dalam kondisi prima untuk memenangi putaran pemilihan.
Tapi dalam pidato peresmian kantor baru hari ini, Tifatul belum menyinggung siapa tokoh yang tengah disiapkan PKS untuk maju ke Pemilihan Presiden itu.
Tetapi, dia menjelaskan bahwa sesungguhnya banyak kader partai yang memiliki sumber daya manusia yang mantap.
PKS merupakan partai berbasis Islam yang sekarang merambah masuk ke basis nasionalis untuk menambah dukungan.
Partai ini mengalami perkembangan pesat di dua Pemilu. Pada Pemilu 2009, partai ini berhasil mempertahankan posisi sebagai partai bergengsi.
Di Pemilihan Presiden 2009, mereka bermitra dengan Partai Demokrat untuk mengusung calon presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono.
Koalisi yang didukung sejumlah partai lainnya itu berhasil menjadi kan SBY-Boediono keluar sebagai pemenang. (Sumber: Vivanews)
(sumber dari : http://isnuansa.blogspot.com/ )





